PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA TERHADAP KARYA-KARYA CIPTA YANG DIHASILKAN KOMPUTER


Oleh:
Sebi Bintara


BAB I

PENDAHULUAN
A.    Pendahuluan
Hak cipta melindungi suatu bidang luas dari karya-karya cipta dan telah berkembang pesat semenjak mulanya sebagai suatu bentuk pengawasan cetak pada awal abad keenam belas. Hak cipta mempunyai suatu pendekatan pragmatis dancakupannya meluas sampai segala jenis karya cipta tanpa memandang segi kualitas, tunduk kepada beberapa persyaratan dasar,yang biasanya dipenuhi secara mudah. Sejak akhir abad kesembilan belas, tabel-tabel,kompilasi-kompilasi dan bahkan juga buku-buku kode telah menjadi pokok materi dari hukum hak cipta. Sepanjang abad kedua puluh, hak cipta telah berkembang baik dan pada saat ini dalam naunganya meliputi: foto-foto, film, siaran-siaran, rekaman suara, program-program kabel juga program-program komputer dan karya-karya cipta yang disimpan atau dibuat oleh atau dengan bantuan komputer. Perkembangan praktis hak cipta tersebut telah ditunjang oleh para hakim yang umumnya menaruh simpati terhadap prinsip perlindungan suatu karya cipta, keterampilan, dan usaha peroangan.
Pemilik hak cipta dalam suatu karya cipta kemudian diberikan hak esklusif untuk melakukan beberapa tindakan terbatas tertentu dalam kaitan dengan hak cipta tersebut, yang akan dibahas di bawah nanti. Pemilik suatu karya cipta biasanya pengarang karya cipta (orang yang menciptakanya), kecuali jika karya cipta tersebut dibuat oleh seorang pegawi dalam kaitan dengan pekerjaanya, dalam hal mana pihak yang mempekerjakan akan menjadi pemilik, kecuali apabila diperjanjikan lain. Copyright,  Designs and Patent Act 1988 secara umum memakai istilah “pengarang” (author) untuk pencipta sebuah karya, jadi seseorang yang menulis sebuah lagu dan seorang fotografer adalah pengaranh dari foto-fotonya. Untuk film, rekaman suara dan karya cipta komputer umum, pengarang adalah orang yang membuat aransemen-aransemen yang diperlukan untuk pembuatan atau penciptaan karya cipta, karenanya pengarang suatu laporan yang dibuat secara otomatis melalui komputer biasanya adalah orang yang mengelola sarana-sarana komputer. Dalam beberapa hal pemikiran, yang dibedakan dari kepengarangan, akan tetap berada pada tangan pihak manajer yang memberikan pekerjaan.

A.    Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan perlindungan hukum hak cipta ?
2.      Karya-karya apa saja yang ada di dalam komputer?

B.     Tujuan
Untuk mengetahui perlindungan hak cipta dan karya-karya yang ada di dalam komputer.
 
BAB II
PEMBAHASAN

A      Hak Cipta
1.      Pengertian
Sebelum pembahasan ini disapaikan pada pengertian hak cipta, maka pada bagian ini terlebih dahulu diperkenalkan serba sedikit latar belakang dikeluarkanya undang-undang No. 19 Tahun 2002, yang semula berawal dari UU No. 6 tahun 1982 dengan beberapa kali revisi. Merujuk konsiderans Undang-Undang No. 6 Tahun 1982 tentang hak cipta, dapat dicermati bahwa;
Undang-undang ini dikeluarkan dalam rangka merealisasikan amanah GBHN (tahun 1978) khususnya pembangunan di bidang hukum yang dimaksudkan untuk mendorong dan melindungi pencipta dan hasil karya ciptaanya. Dengan demikian diharapkan penyebarluasan hasil kebudayaan di bidang karya ilmu, seni dan sastra dapat dilindungi secara yuridis,yang pada giliranya dapat mempercepat proses pertumbuhan kecerdasan kehidupan bangsa.

Kecerdasan intelektual masyarakat dalam suatu bangsa memang sangat ditentukan oleh seberapa jauh penguasa ilmu pengetahuan dan teknologi oleh individu-individu suatu negara. Kreativitas manusia untuk nelahirkan karya-karya intelektualitas yang bermutu seperti hasil penelitian, karya sastra yang bernilai tinggi serta apresiasi  budaya yang memiliki kualitas seni yang tinggi, tidak lahir begitu saja. Kelahiranya memerlukan banyak “energi” dan tidak jarang diikuti dengan pengeluaran biaya-biaya yang besar.[1]

Menurut KBBI Hak Cipta ialah Hak seseorang atas hasil penemuannya yang dilindungi oleh undang-undang (seperti hak cipta dalam mengarang, menggubah musik)[2]. Selanjutnya menurut Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1997, hak cipta didefiniskan sebagai “Hak khusus bagi penciptaan maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin dengan itu untuk tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan demikian definisi hak cipta ada tiga yaitu, hak memperbanyak, hak mengumumkan, dan hak memberi izin untuk memperbanyak dan mengumumkan[3]. Sedangkan definisi lain menurut pengertian Pasal 1 UU No. 19 Tahun 2002, yang dimaksud dengan hak cipta adalah hak ekslusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memeprbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasn-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.      Sifat Hak Cipta
a)      Hak Cipta adalah hak khusus
Dari definisi hak cipta dalam undang-undang Nomor 12 menggunakannya kecuali atas2 Tahun 1997 disebutkan bahwa hak cipta adalah hak khusus diartikan sebagai hak khusus karena hak cipta hanya diberikan kepada pencipta atau pemilik/pemegang hak dan orang lain dilarang menggunakannya kecuali atas izin pencipta selaku pemilik hak, atau orang yang menerima hak dari pencipta tersebut (pemegang hak), dan bahwa orang lain tersebut dikecualikan dari pengguna hak tersebut.
b)     Hak Cipta Berkaitan dengan Kepentingan Umum
Seperti telah dijelaskan bahwa hak cipta merupakan hak khusus yang istimewa. Tetapi, ada batasan-batasan tertentu bahwa hak cipta juga haru memperhatikan kepentingan masyarakat yang juga turut memanfaatkan ciptaan seseorang. Secara umum, hak cipta atas suatu ciptaan tertentu yang dinilai penting demi kepentingan umum dibatasi penggunaannya sehingga terdapat keseimbangan yang serasi antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat.

3.      Hak-hak dalam Hak Cipta
a)      Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan serta produk hak terkait. Hak ekonomis merupakan  hak ekslusif dari penggarang untuk memproleh keuntungan-keuntngan ekonomi. Hak ekonomi meliputi hak memperbanyak, hak distribusi, hak pertunjukan, dan hak peragaan.
b)      Hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku yang tidak dapat dihilangkan atau dihapus tanpa alasan apa pun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan.  Menurut Pasal 24 UU No. 19 Tahun 2002, penyerahan hak cipta atas seluruh ciptaan kepada orang atau badan lain tidak mengurangi hak pencipta atau ahli warisnya untuk menggugat seseorang yang tanpa persetujuannya :
·         Meniadakan nama pencipta yang tercantum pada ciptaannya.
·         Mencantumkan nama pencipta pada ciptaannya.
·         Mengganti atau mengubah judul ciptaan.
·         Mengubah isi ciptaan yang bersangkutan.

4.      Pendaftaran Hak Cipta
Menurut Pasal 35 UU No. 19 Tahun 2002 menyatakan, ketentuan tentang pendaftaran hak cipta tidak merupakan kewajiban untuk mendapatkan hak cipta. Hak cipta diperoleh secara otomatis, bagi yang tidak didaftarkan tetap memproleh perlindungan hukum, meskipun demikian pendaftaran diperlukan sebagai bukti awal dari pemilik hak cipta. Pendaftaran ciptaan dalam daftar umum ciptaan dilakukan atas permohonan yang diajukan oleh pencipta atau oleh pemegang hak cipta atau kuasanya, sedangkan kekuatan hukum dari suatu pendaftaran ciptaan harus karenaa penghapusan atas permohonan orang atau badan hukum yang namanya tercatat sebagai pencipta atau pemegang hak cipta, lampau waktu, atau dinyatakan batal oleh putusan pengadilan yang telah memproleh kekuatan hukum tetap[4].

5.      Contoh Kasus Hak Cipta
Contoh kasus berikut ini merupakan salah satu kasus yang terjadi di Indonesia yaitu kasus album Koes Plus “Dheg Dheg Plus” yang mana pihak pemegang hak cipta lagu album Koes Plus “Dheg Dheg Plus” dimiliki oleh Tommy Darmo. Tommy melaporkan pihak label RPM yang tiba-tiba merilis ulang lagu tersebut . Alhasil pihak Tommy pun membawa kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. RPM dianggap melanggar UU No. 12 Tahun 2009 tentang hak cipta lagu. Ia pun mengajukan gugatan dan meminta ganti rugi senilai Rp. 9,9 miliar.

6.      Sanksi Pidana
·         Barang siapa yang memperbanyak atau mengumumkan suatu ciptaan tanpa izin pencipta atau pemegang hak ciptanya di pidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/ atau dinda paling sedikit Rp 1000.000,00, atau pidana penjara paling lama 7 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 5000.000.000,00.
·         Barang siapa dengan menyiarkan, memamerkankan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.500.000.000,00.
·         Barang siapa dengan sengaja tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer di pidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00[5].

7.      Hukum Hak Cipta
Sebagaimana dikesan kan dari namanya, hak cipta melindungi karya-karya yang ditiru tanpa izin, namun, hak cipta lebih dari peniruan semata-mata dan meluas kepada aktivitas-aktivitas seperti pembuatan suatu saduran karya-karya tersebut, memamerkan atau mempertunjukan karya tersebut di muka umum, penyiaran karya demikian dan memperjualbelikan karya demikian. Bentuk-bentuk karya cipta yang dilindungi oleh hak cipta adalah karya-karya tulisan (termasuk program-program komputer), drama, musik, dan karya-karya kesenian, rekaman-rekaman suara, film, siaran, program-program kabel dan aransemen-aransemen cetak dari edisi-edisi penerbitan.
perlindungan hak cipta mempunyai jangka waktu hidup yang lama, umumnya selama 50 tahun, meskipun saat mulainya berbeda-beda bergantung kepada tipe karya yang bersangkutan.daya tarik utama dari hak cipta sebagai suatu bentuk perlindungan adalah bahwa hak tersebut bebas dan bahwa tidak disyaratkan formalitas-formalitas: hak tersebut otomatis terhadap penciptaan karya yang bersangkutan. Disamping itu, hukum hak cipta sifatnya praktis dan telah berkembang untuk mengimbangi perubahan-perubahan dan kemajuan teknologi. Pendeknya, kebanyakan, apabila karya-karya yang demikian telah dibentuk dalam dunia nyata (misalnya, dengan penulisan atau cetakan atau penyimpanan karya dalam disket magnetis), maka hal itu dilindungi oleh hak cipta, tunduk kepada syarat-syarat pokok yang harus dipenuhi.hukum hak cipta adalah salah satu kepentingan vital bagi industri perangkat lunak komputer dan bagi setiap orang yang mempersiapkan segala surat-surat, tabel tabel dan pengumpulan karya-karya musik yang mempergunakan teknologi komputer modern. Hukum hak cipta diatur oleh Copyright , Designs  and Patent Law Act 1988, ketentuan-ketentuan utama dari undang-undang tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 1989.[6]


8.      Undang-undang Hak Cipta
ciptaan yang dilndungi oleh Hak Cipta Pasal 11
1)   Dalam undang-undang ini ciptaan yang dilindungi adalah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahua, seni, dan sastra yang meliputi karya:
a.       Buku, pamlet, dan semua hasil karya tulisan yang lainya.
b.      Cerama, kulia, pidato, dan sebagainya.
c.       Pertunjukan seperti musik, karawitan, drama, tari, pewayangan, pantonim, dan karya siaran antara lain untu mediasi radio, televisi,dan film serta karya rekaman video.
d.      Ciptaan tari (koreografi), ciptaan lagu atau musik dengan atau tanpa teks, dan karya rekan suara atau bunyi.
e.       Segala bentuk seni rupa seperti seni lukis, sini pahat, seni patung dan kaligrafi yang perlindunganya diatur dalam pasal 10 ayat (2).
f.        Seni batik.
g.      Arsitektur.
h.      Peta.
i.        Sinematografi
j.        Fotografi
k.      Program komputer atau komputer program.
l.        Terjemahan, tafsir, saduran, dan penyusunan bunga rampai.

2)   Terjemahan, tafsir, saduran, perfilman, rekaman, gubahan musik, himpunan beberapa ciptaan dan lain-lain cara memperbanyak dalam bentuk mengubah dari pada ciptaan asli, dilindungi sebagai ciptaan tersendiri, dengan tidak mengurangi Hak Cipta atas ciptaan aslinya.
3)   Dalam perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 termasuk juga semua ciptaan yang tidak atau belum diumumkan, akan tetapi sudah merupakan suatu bentuk kesatuan yang nyata, yang memungkinkan perbanyakan hasil karya itu.


Undang- undang hak cipta yang sekarang ini berlaku di indonesia adalah UU No. 19 Tahun 2002. Dalam tulisan ini dalam berbagai redaksi, jika tidak memerlukan khususan, kami hanya menyebutkan dengan UHC Indonesia, maksudnya adalah Undang-Undang hak cipta indonesia, yang dimuat dalam UU No 19 Tahun 2002 yang temaktub dalam lembaran Negeri Ri tahun 2002 nomor 85.[7]

C.    Karya - karya Cipta yang Dihasilkan Komputer
Sebelum kita membahas tentang karya yang dihasilkan oleh komputer sebaiknya kita terlebih dahulu melihat pengertian dan perkembangan komputer
1.      pengertian
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Dalam arti seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yan kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang mengolah informasi" atau "sistem pengolah informasi."
llmu komputer (bahasa Inggris: Computer Science), secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Ilmu komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisa abstrak algoritma sampai subyek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak (software), sementara teknik komputer lebih cenderung berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras komputer (hardware). Namun demikian, kedua istilah tersebut sering disalah-artikan oleh banyak orang.
Ilmu Komputer mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh beberapa program dan apa yang tidak (komputabilitas dan intelegensia buatan), bagaimana program itu harus mengevaluasi suatu hasil (algoritma), bagaimana program harus menyimpan dan mengambil bit tertentu dari suatu informasi (struktur data), dan bagaimana program dan pengguna berkomunikasi (antarmuka pengguna dan bahasa pemrograman). Sejarah komputer sudah dimulai sejak zaman dahulu kala.
Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alatalat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejak dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanja, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan berbagai tempat di dunia.

2.      Perkembangan Komputer
Perkembangan komputer untuk mencapai keadaan yang sekarang memerlukan proses yang sangat amat panjang. Berikut ulasan tahapan yang dapat menerangkan
hal tersebut:
a.      Generasi Pertama (1944-1959)
Tabung hampa udara sebagai penguat sinyal, merupakan ciri khas komputer generasi pertama. Pada awalnya, tabung hampa udara (vacum-tube) digunakan sebagai komponen penguat sinyal. Bahan bakunya terdiri dari kaca, sehingga banyak memiliki kelemahan, seperti: mudah pecah, dan mudah menyalurkan panas. Panas ini perlu dinetralisir oleh komponen lain yang berfungsi sebagai pendingin. Dan dengan adanya komponen tambahan, akhirnya komputer yang ada menjadi besar, berat dan mahal. Pada tahun 1946, komputer elektronik di dunia yang pertama yakni ENIAC selesai dibuat. Pada komputer tersebut terdapat 18.800 tabung hampa udara dan berbobot 30 ton. Begitu besar ukurannya, sampai-sampai memerlukan suatu ruangan kelas tersendiri.
b.      Generasi Kedua (1960-1964)
Transistor merupakan ciri khas komputer generasi kedua. Bahan bakunya terdiri atas 3 lapis, yaitu: “basic”, “collector” dan “emmiter”. Transistor merupakan singkatan dari Transfer Resistor, yang berarti dengan mempengaruhi daya tahan antara dua dari 3 lapisan, maka daya (resistor) yang ada pada lapisan berikutnya dapat pula dipengaruhi. Dengan demikian, fungsi transistor adalah sebagai penguat sinyal. Sebagai komponen padat, tansistor mempunyai banyak keunggulan seperti misalnya: tidak mudah pecah, tidak menyalurkan panas. Dan dengan demikian, komputer yang ada menjadi lebih kecil dan lebih murah. Pada tahun 1960-an, IBM memperkenalkan komputer komersial yang memanfaatkan transistor dan digunakan secara luas mulai beredar di pasaran. Komputer IBM-7090 buatan Amerika Serikat merupakan salah satu komputer komersial yang memanfaatkan transistor. Komputer ini dirancang untuk menyelesaikan segala macam pekerjaan baik yang bersifat ilmiah ataupun komersial. Karena kecepatan dan kemampuan yang dimilikinya, menyebabkan IBM 7090 menjadi sangat popular. Komputer generasi kedua lainnya adalah: IBM Serie 1400, NCR Serie 304, MARK IV dan Honeywell Model 800.
c.        Generasi Ketiga (1964-1975)
Konsep semakin kecil dan semakin murah dari transistor, akhirnya memacu orang untuk terus melakukan berbagai penelitian. Ribuan transistor akhirnya berhasil digabung dalam satu bentuk yang sangat kecil. Secuil silicium yag mempunyai ukuran beberapa milimeter berhasil diciptakan, dan inilah yang disebut sebagai Integrated Circuit atau IC-Chip yang merupakan ciri khas komputer generasi ketiga. Cincin magnetic tersebut dapat di-magnetisasi secara 1 arah ataupun berlawanan, dan akhirnya men-sinyalkan kondisi “ON” ataupun “OFF” yang kemudian diterjemahkan menjadi konsep 0 dan 1 dalam system bilangan biner yang sangat dibutuhkan oleh komputer. Pada setiap bidang memory terdapat 924 cincin magnetic yang masing-masing mewakili 1 bit informasi. Jutaan bit informasi saat ini berada di dalam 1 chip tunggal dengan bentuk yang sangat kecil. Komputer yang digunakan untuk otomatisasi pertama dikenalkan pada tahun 1968 oleh PDC 808, yang memiliki 4 KB (kilo-Byte) memory dan 8 bit untuk core memory.
d.      Generasi Keempat (1975-Sekarang)
Microprocessor merupakan chiri khas komputer generasi keempat yang merupakan pemadatan ribuan IC ke dalam sebuah Chip. Karena bentuk yang semakin kecil dan kemampuan yang semakin meningkat dan harga yang ditawarkan juga semakin murah. Microprocessor merupakan awal kelahiran komputer personal. Pada tahun 1971, Intel Corp kemudian mengembangkan microprocessor pertama serie 4004. Contoh generasi ini adalah Apple I Computer yang dikembangkan oleh Steve Wozniak dan Steve Jobs dengan cara memasukkan microprocessor pada circuit board komputer. Di samping itu, kemudian muncul TRS Model 80 dengan processor jenis Motorola 68000 dan Zilog Z-80 menggunakan 64Kb RAM standard. Komputer Apple II-e yang menggunakan processor jenis 6502R serta Ram sebesar 64 Kb, juga merupakan salah satu komputer PC sangat popular pada masa itu. Operating Sistem yang digunakan adalah: CP/M 8 Bit. Komputer ini sangat populer pada awal tahun 80-an. IBM mulai mengeluarkan Personal Computer pada sekitar tahun 1981, dengan menggunakan Operating System MS-DOS 16 Bit. Dikarenakan harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan komputer lainnya, di samping teknologinya jauh lebih baik serta nama besar dari IBM sendiri, maka dalam waktu yang sangat singkat, komputer ini menjadi sangat popular.
5. Generasi Kelima (Sekarang–Masa depan)
Pada generasi ini ditandai dengan munculnya: LSI (Large Scale Integration) yang
merupakan pemadatan ribuan microprocessor ke dalam sebuah microprocesor. Selain itu, juga ditandai dengan munculnya microprocessor dan semi conductor. Perusahaan-perusahaan yang membuat micro-processor di antaranya adalah: Intel
Corporation, Motorola, Zilog dan lainnya lagi. Di pasaran bisa kita lihat microprocessor dari Intel dengan model 4004, 8088, 80286, 80386, 80486, dan Pentium. Pentium-4 merupakan produksi terbaru dari Intel Corporation yang diharapkan dapat menutupi segala kelemahan yang ada pada produk sebelumnya, di samping itu, kemampuan dan kecepatan yang dimiliki Pentium-4 juga bertambah menjadi 2 Ghz. Gambar-gambar yang ditampilkan menjadi lebih halus dan lebih tajam, di samping itu kecepatan memproses, mengirim ataupun menerima gambar juga menjadi semakin cepat. Pentium-4 diproduksi dengan menggunakan teknologi 0.18 mikron. Dengan bentuk yang semakin kecil mengakibatkan daya, arus dan tegangan panas yang dikeluarkan juga semakin kecil. Dengan processor yang lebih cepat dingin, dapat dihasilkan kecepatan MHz yang lebih tinggi. Kecepatan yang dimiliki adalah 20 kali lebih cepat dari generasi Pentium 3. Packard Bell iXtreme 4140i merupakan salah satu PC komputer yang telah menggunakan Pentium-4 sebagai processor dengan kecepatan 1.4 GHz, memory RDRAM 128 MB, Harddisk sebesar 40 GB (1.5 GB digunakan untuk recovery), serta video card GeForce2 MX dengan memory 32 MB. HP Pavilion 9850 juga merupakan PC yang menggunakan Pentium-4 untuk processornya dengan kecepatan 1.4 GHz. PC Pentium-4 Hewllett-Packard ini dating dengan dominan warna hitam dan abu-abu. Dibandingkan dengan PC lainnya, Pavilion merupakan PC Pentium-4 dengan fasilitas terlengkap. Memory yang dimiliki sebesar RDRAM 128 MB, Harddisk 30 GB dengan monitor sebesar 17 inchi.[8]
          Karya karya yang dihasilkan oleh komputer
         Copyright, Designs and Patents Act 1988 secara tegas mengakui, untuk yang pertama kalinya di inggris, bahwa karya-karya cipta yang dihasilkan oleh cipta. Karya-karya cipta yang dihasilkan melalui atau dengan bantuan ada kesulitan-kesulitan dalam menentukan identitas pengarang karya cipta itu dari segi hak cipta. Misalnya, nomor-nomor acak yang dipilih oleh    Month’ dinyatakan dilindungi oleh hak cipta dalam perkara express newspaper plc v Livervool Daily Past & Echo plc (1985). Dalam karya-karya yang dihasilkan oleh atau dengan bantuan koputer, skill manusia dapat ditemukan masing-masing pada diri orang yang pada karya cipta yang menyangkut  penulisan program yang digunakan atau kombinasi dari keduanya.
Pada suatu bagian dari karya cipta dapat saja dihasilkan dan memakai komputer sebagai sarana, seperti halnya seorang penulis memakai pena atau mesin tik, sedangkan pada bagian lain dari spektrum, komputer akan menghasilkan karya-karyanya dengan sedikit input manusia atau input secara tidak langsung. Untuk membahas permasalahan ini lebih jauh, karya-karya cipta yang menyangkut komputer dalam kaitan hasilnya akan dikelompokan sebagai berikut:
a). Karya-karya cipta yang dibuat dengan menggunakan komputer.
b). Karya-karya cipta yang dibuat melalui komputer, dan
c). Karya-karya cipta antara (intermediate works).[9]

Karya-Karya Cipta Yang Dibuat Dengan Menggunakan Komputer
Contoh – contoh dari karya cipta yang termasuk dalam kategori ini adalah dokumen-dokumen yang dihasilkan dengan menggunakan sistem word processing; CAD (Computer Aided Designs = desain- desain yang dibantu komputer) rencana-rencana sebuah rumah atau panel karoseri mobil baru ; musik yang ditulis dengan memakai suatu program untuk menulis lagu) dan suatu laporan keuangan yang dihasilkan dengan menggunakan program spreadsheet.dalam semua kasus ini, orang yang mengoperasikan sistem tersebut menggunakan komputer untuk mencapai hasil-hasil yang diperolehnya. Komputer yang diprogram itu semata-mata hanyalah alat yang memungkinkan operator menggunakan daya kereativitas dan imajinasi seluas-luasnya dan efisien. Karya-karya cipta yang demikian bukanlah dihasilkan komputer, skill dan keahlihan (atau setidak-tidaknya sebagian hal besar dari hal ini) berasal dari pihak pengguna sistem tersebut. Dokumen-dokumen, gambaran-gambaran dan musik dan lain-lain yang memakai word processing, yang dihasilkan dengan menggunakan paket-paket yang mempermudah pembuatan karya-karya cipta ini adalah dilindungi oleh hak cipta sebagai karya-karya cipta ini adalah dilindungi oleh hak cipta sebagai karya-karya cipta tulisan, drama, musik atau artistik sebagaimana layaknya. Orang yang mengunakan sistem tersebut memberikan kahlihan yang perlu untuk pembuatan karya cipta  dan dari segi hak cipta, merupakan pengarang dari karya cipta tersebut.keahlihan itu dapat diterapkan secara langsung ataupun tidak langsung, misalnya, seorang yang menulis laporan dapat membuat konsep pada selembar kertas dan kemudian menyerahkannya kepada operator mesin pengolah perintah yang memasukanya ke dalam komputer.
Orang yang menulis program komputer yang digunakan untuk membantu penciptaan bentuk-bentuk karya cipta yang telah diuraikan diatas tidak memiliki hak atas karya cipta itu karena, meskipun programer dapat mengendalikan atau mempengaruhi format hasil akhir cipta tersebut, ia tidak memiliki pengendalian atau pengaruh terhadap isi. Fakta bahwa banyak karya cipta kategori ini dapat dihasilkan secara langsung pada komputer sebelum ada suatu bentuk nyata, bukanlah merupakan masalah serius karena hak cipta ini akan mewujudkan, dar segi perlindungan hak cipta, intisari yang mereka catat; yaitu segera setela karya-karya cipta itu disimpan pada suatu disk komputer atau dicetak pada kertas.[10]

Karya-karya cipta yang diciptakan melalui komputer
Karya-karya ini, yang mungkin berupa karya tulisan, musik atau artistik merupakan karya dimana ‘tidak adak pengarang manusianya’. Hal ini berarti bahwa tingkat campur tangan langsung dalam pembuatan karya-karya cipta tersebut adalah sedikit sekali. Contoh-contohnya meliputi:
a)      Ramalan-ramalan cuaca yang dihasilkan secara otomatis oleh komputer yang berhubungan dengan satelit satelit;
b)      Pemilihan urut-urutannomor acak untuk suatu undian atau untuk penarikan premi obligasi;
c)      Program-program yang menghasilkandesain-desain artistik atau musik secara otomatis, yang didasarkan atas serangkaian kaidah yang terpasang dalam program;
d)      Suatu program yang dimaksudkan untuk membuat tiruan lingkungan tertentu, seperti iklim, sstem moneter, skenario-skenario perang dan sebagainya.

Banyak sistem semacam ini berjalan tanpa bantuan tenaga manusia atau skill selain menghidupkan peralatan dan memeriksa bahwa ada cukup kertas dalam mesin printer komputer atau plotter dan sebagainya. Operator manusia hanya sedikit atau tidak mengendalikan format atau isi output yang dihasilkan oleh komputer tersebut sama sekali. Pengarang suatu karya cipta demikian adalah orang yang membuat aransemen-aransemen bagi karya yang didiciptakan itu. Oleh karena itu, apabila suatu organisasi bisnis membeli dan memasang peralatan komputer dan perangkat lunak untuk menghasilkan karya-karya cipta demikian, maka organisasi bisnis tersebut akan dianggap sebagai pengarang dan akibatnya, menjadi pemilik pertama
Dari hak cipta atas karya cipta tersebut.
            Yang menarik, dan kontroversial, undang-undang itu tampaknya mengabaikan skill dan keahlian orang atau orang-orang yang menulis dapat dikemukakan bahwa programer komputer yang skill-nya ada dibelakang output komputer harus memperoleh pengakuan kepengarangan namun, hal ini dapat menimbulkan kesulitam-kesulitan karena seorang yang memperoleh programer komputer akan mengharapkan memiliki hak cipta atas segala sesuatu yang dihasilkan dari penggunaan program dan setiap ketentuan pembagian pemilik hak cipta antara pihak pengguna dak pihak programer dapat menimbulkan belenggu yang sebelumnya tidak di perkirakan untuk penggunaan lanjutan dan informasi dan laporan-laporan yang dihasilkan komputer. Pemilik hak cipta atas programer komputer, yang secara tiba-tiba menyadari bahwa ia memiliki hak berkaitan dengan output yang dihasilkan dengan penggunaan program, mungkin berusaha untuk campur tangan dalam penggunaan lanjutan dari out put tersebut dengan harapan bahwa ia akan dapat melakukan negoisasi menyangkut pembayaran bagi izin ini.
 Suatu konsep memang harus diuji dalam pengadilan-pengadilan yang mana belum ada sesuatu seperti karya cipta yang dihasilkan oleh komputer;yaitu suatu karya cipta tanpa ada pengarang manusia. Bagaimanapun, argumentasi bahwa suatu daftar nomor yang diambil secara acak oleh komputer yang telah diprogram, telah ditolak, seperti yang telah kita lihat, dalam perkara exspress newspaper.[11]

Karya-Karya Cipta Antara (Intermediate Works)                   
Karya cipta ini terletak diantara bidang karya cipta yang dihasilkan komputer dan karya-karya cipta yang dibuat dengan menggunakan komputer yang teprogram sebagai suatu sarana. Isi dari output yang dihasilkan merupakan hasil dari skill usaha orang yang menggunakan komputer dan skill serta usaha dari orang yang menulis program komputer. Ada beberapa contoh dari karya cipta antara (intermediate work). Ini, seperti sistem akunting khusus untuk tipe bisnis khusus, atau synthesizer musik yang dimaksudkan untukmenghasilkan musik dari suatu kerangka nada-nada dasar yang ditulis oleh pengguna dan sistem-sistem ahli (express systems).
Sejumlah besar perangkat lunak termasuk dalam kategori ini dimana skill yang disyaratkan untuk menghasilkan hasil akhir sebagian dimuat dalam program, selebihnya diberikan oleh penguna sistem komputer. Misalnya mengingat suatu sistem komputer yang ditunjukan untuk digunakan untuk mengukur biaya pekerjaan bangunan.[12][13]

BAB III
PENUTUP
a.      Kesimpulan
        perlindungan hak cipta mempunyai jangka waktu hidup yang lama, umumnya selama 50 tahun, meskipun saat mulainya berbeda-beda bergantung kepada tipe karya yang bersangkutan. daya tarik utama dari hak cipta sebagai suatu bentuk perlindungan adalah bahwa hak tersebut bebas dan bahwa tidak disyaratkan formalitas-formalitas: hak tersebut otomatis terhadap penciptaan karya yang bersangkutan. Disamping itu, hukum hak cipta sifatnya praktis dan telah berkembang untuk mengimbangi perubahan-perubahan dan kemajuan teknologi. Hukum hak cipta diatur oleh Copyright , Designs  and Patent Law Act 1988, ketentuan-ketentuan utama dari undang-undang tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 1989
 Copyright, Designs and Patents Act 1988 secara tegas mengakui, untuk yang pertama kalinya di inggris, bahwa karya-karya cipta yang dihasilkan oleh cipta. Karya-karya cipta yang dihasilkan melalui atau dengan bantuan ada kesulitan-kesulitan dalam menentukan identitas pengarang karya cipta itu dari segi hak cipta. Misalnya, nomor-nomor acak yang dipilih oleh Month’ dinyatakan dilindungi oleh hak cipta dalam perkara express newspaper plc v Livervool Daily Past & Echo plc (1985). Dalam karya-karya yang dihasilkan oleh atau dengan bantuan koputer, skill manusia dapat ditemukan masing-masing pada diri orang yang pada karya cipta yang menyangkut  penulisan program yang digunakan atau kombinasi dari keduanya.

DAFTAR PUSTAKA

Arus dan Wirawan. 2011. Pokok-Pokok Hukum Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.

David I Bainbridge. 1993.  Komputer & Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Rieno Novianto. Teknologi Komputer. Jakarta: Tehnik Informatika Stmik Eresha.

 Padmo Wahjono. 1987 Undang-Undang Hak Cipta yang telah diperbarui, Jakart: Sinar Grafika.

KBBI. “Hak Cipta”. diakses dari  https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Hak%20cipta/, pada tanggal 21 april 2018 pukul 10.48

Suyud dan Amir. 2002. Komersialisasi Aset Intelektual  :Aspek Hukum Bisnis. Jakarta : Grasindo.

Saidin. 2010. Aspek Hukum Hak Kekayaan Intelektual: Intellectual Property Rights. , jakarta: Raja Grafindo Persada.



[1] Saidin, Aspek Hukum Hak Kekayaan Intelektual: Intellectual Property Rights. Raja Grafindo Persada, jakarta, 2010, hlm 56.
[2] KBBI. “Hak Cipta”. diakses dari  https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Hak%20cipta/, pada tanggal 21 april 2018 pukul 10.48
[3] Suyud dan Amir, Komersialisasi Aset Intelektual  :Aspek Hukum Bisnis, Grasindo, Jakarta, 2002, Hlm 18.
[4] Arus dan Wirawan. Pokok-Pokok Hukum Bisnis, Salemba Empat, Jakarta, 2011, hlm 202.
[5] Ibid.
[6] David I Bainbridge,  Komputer & Hukum, Sinar Grafika, Jakarta,1993, hlm 7.
[7] Padmo Wahjono, Undang-Undang Hak Cipta yang telah diperbarui, Sinar Grafika, Jakarta, 1987, hlm 20.
[8] Rieno Novianto, Teknologi Komputer, Tehnik Informatika Stmik Eresha, Jakarta,  2017,  hlm  4-10.
[9] David I Bainbridge,  Komputer & Hukum, Sinar Grafika, Jakarta,1993, hlm 39.
[10] Ibid, hlm 41.
[11] Ibid, hlm 43.
[12] David I Bainbridge,  Komputer & Hukum, Sinar Grafika, Jakarta,1993, hlm 21
[13] Ibid, hlm 45.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA TERHADAP KARYA-KARYA CIPTA YANG DIHASILKAN KOMPUTER"

Posting Komentar